MBOLANG SERU DI OMAH KAYU MALANG DAN PARALAYANG MALANG

, , No Comments
    Malang merupakan destinasi wisata yang seru buat dikunjungi baik wisata alam maupun wahana. Seperti telah dibahas sebelumnya ada Pulau Sempu, Pantai Bolu - Bolu dan juga Banyu Anjlok, Taman Bunga Selecta, Kasembon Rafting sekarang aku mau nyobain nih explore ke kota apel ini dengan menggunakan kereta api dan naik angkutan umum karena sebelumnya selalu naik motor. 

    Awalnya gak ada niatan mau kemana, cuma pengen nyoba naik kereta ke kota ini. Tanpa ada rencana sebelumnya alias dadakan, mulai lah mencari tiket kereta api. Setelah browsing tiket akhirnya kita dapat tiket kreta api BIMA, walaupun ekskutif tapi harganya cuma Rp.40.000. Saat itu tiket kereta ekonomi udah pada habis karena bertepatan dengan libur tahun baru. Setelah fix pesan tiket akhirnya kita langsung cuusss berangkat ke stasiun sidoarjo. Jadwal keberangkatan awalnya pukul 06.30 wib, ternyata molor sampai jam 07.30 wib, gak apa-apa lah, daku sudah terbiasa menunggu kl kata Raisa sih apalah arti menunggu...hahahahaha...  

    Perjalanan menuju kota apel ini hanya memakan waktu 2 jam. Dalam perjalanan saya browsing tempat wisata yang ada di Malang. Setelah beberapa lama browsing, akhirnya kita menemukan destinasi wisata yang cocok yaitu omah kayu dan paralayang. Aku sih suka banget nyari destinasi yang berbau alam daripada ke tempat wahana permainan ataupun museum. Lama browsing menuju omah kayu dan paralayang akhirnya kita menemukan juga transportasi umum menuju kesana, yeeeaaayyy...akhirnya bisa juga mbolang dengan naik angkutan umum ke gunung.

   Saat tiba di stasiun Malang Kota Baru kita langsung mencari angkutan umum yaitu ADL dengan jurusan menuju terminal landung sari, ongkosnya cukup murah lho Rp. 5.000 aja padahal rutenya lumayan jauh. Sesampainya di terminal Landung sari, kita tanya kernet mau ke daerah paralayang atau pandesari dan akhirnya disarankan naik bis Puspa Indah Jurusan Jombang-Kediri-Tuban dengan tarif Rp. 8.000, wooowww...disini naik angkutan umum cukup murah lho dengan jarak yang lumayan jauh dibandingkan kota surabaya. Perjalanan menuju paralayang sekitar 1 jam karena macet dimana-mana. Akhirnya kita turun di pertigaan Pandesari dekat masjid, kemudian kita melihat ada arah panah PARALAYANG - 7 Km, yang awalnya pengen jalan kaki kita urungkan niat karena waktu itu juga mendung dan gak tau rute,kita nyoba tanya ke warung dimana letak omah kayu, ternyata masih satu tempat dengan paralayang, kemudian bapak - bapak di warung tersebut menawarkan ojek menuju omah kayu tarifnya Rp. 15.000, Ok fix akhirnya kita naik ojek dengan jalan yang cukup menantang karena jalannya belum mulus alias masih berlubang-lubang. 

    Sesampainya disana kita membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000 untuk paralayang. Karena tidak membawa kendaraan kita naik keatas jalan kaki dengan kondisi tanah yang cukup licin tapi untungnya gak jadi hujan. sesampainya diatas kita bisa menikmati pemandangan alam kota malang. Paralayang dan omah kayu ini terletak di Gunung Banyak, jadi udaranya cukup sejuk dan dingin. Omah kayu ini konsepnya mirip seperti wisata Kalibiru di daerah Yogyakarta, sebuah rumah di atas pohon

Ngadem diatas ketinggian kota
Tempat parkir dengan view Gunung Banyak


     Kita bisa berfoto di atas rumah ini dengan ketentuan maksimal 6 - 8 orang selama 5 menit karena kalau lebih dari itu bisa bahaya, takutnya rumahnya ambruk kelebihan beban...hehehehe...

View Omah kayu dari bawah
    
    Nah, dari lokasi paralayang kita bisa menuju arah timur menuju omah kayu dan disini nanti akan ada penjaga untuk menarik tiket masuk sebesar Rp. 5.000

Loket Pembayaran Omah kayu

Kalau yang ini rumah tak berpenghuni :)



 Di omah kayu Malang ini juga bisa menginap lho guys, dengan tarif Rp.350.000- Rp. 450.000/ malam untuk 2 orang saja, harga yang sebanding bukan dengan pemandangan yang ditawarkan. 

Sumber : titofebrian.com

Penampakan kamar omah kayu
    Katanya sih walaupun berada diatas pohon rumah ini cukup hangat dan suasananya romantis karena kita dapat melihat indahnya kota malang di malam hari dari kejauhan. 

Tempat makan

    Kalau tadi kerumah kayu ke arah timur sekarang kita berjalan  ke arah barat, bukan untuk mencari kitab suci ya tapi ke paralayang, heheheh...




     Nah, kalau untuk paralayang sendiri tarifnya Rp. 350.000 / orang. Tempat ini gak pernah tutup, kalau paralayang ini hanya tergantung angin saja. Buat yang pengen uji adrenalin bisa coba terbang diatas kota malang. 

    Selesei sudah perjalanan kita kali ini di omah kayu Malang dan juga Paralayang, untuk kembali pulang  kita bisa naik ojek dengan tarif Rp.10.000/orang sampai ke pertigaan pandesari kemudian naik bis Puspa Indah. Cukup lama menunggu bis ini karena memang jarang. Setelah naik bis Puspa Indah kemudian kita turun di terminal Landungsari naik angkot ADL hingga stasiun Malang Kota Baru.