KU KORBAN KAN SEBUAH DAYUNG DI KASEMBON RAFTING

, , No Comments
    Kasembon Rafting Malang - Setelah selesai wisuda, kami berniat refreshing karena kami sudah haus akan jalan - jalan yang selama mengerjakan tugas akhir nggak bisa kemana-mana (lebay dikit lah..hehehe..) Dan ini juga mungkin kesempatan kita kumpul-kumpul terakhir yang mungkin nantinya kita udah pada sibuk dengan urusan masing-masing. Akhirnya kita memutuskan rafting di malang, karena jaraknya dari surabaya yang tidak telalu jauh. Kami berangkat dengan dua mobil, ngumpul di kampus tercinta, sebelum berangkat kita juga sarapan dulu, setelah itu langsung cuuss menuju tempat tujuan. 
   Kalau dari Surabaya, kami lewat Krian - Mojokerto - Mojoagung - Ngoro(Jombang) - Kandangan, waktu perjalanan sekitar 2,5 jam - 3 jam, walaupun kami sempet nyasar-nyasar tapi akhirnya sampai juga deh di lokasi.

Narsis dulu di depan tulisan kasembon rafting
   
All Team

   Setelah mendaftar, kami menunggu giliran, sambil berfoto-foto dan menikmati pemandangan alam yang masih sejuk dan asri. Setelah tiba saat nya giliran, kami dipanggil serta diberikan panduan. Kami pun bersiap - siap menaiki perahu, saat itu aku bersama Heri, Meri, Yusi ama mas guide nya (lupa namanya..hehehehe...) Pikiran busuk mulai terlintas, pura-pura dayung ketinggalan karena yang ada dipikiran cuma fokus pegangan aja ke perahu, dah gitu perasaan deg-deg'an soalnya ini pengalaman pertama rafting. Eh gak taunya, si mas guide bilang : "mbak, dayung nya ketinggalan tuh", rasanya kayak kesamber gledek, terpaksa deh bawa dayungnya. 
 
Iseng Sambil Nunggu Giliran
    Awal perjalanan masih lancar lah, aku pun mulai beradaptasi dan udah gak takut lagi. Lama pengarungan sekitar 2 jam, kami menyusuri sungai sepanjang 7,5km, yang terdapat 5 boom, tingkat kesulitannya sih masih level 2-3 jadi aman lah buat pemula. Setelah melewati arus yang masih aman, inilah Boom  pertama yang kami lewati, mas guide nya memberikan aba-aba supaya bersiap kaki diselipkan kebawah tempat duduk, badan miring kesamping,dayung diselipkan disamping perahu. Entah kaget atau belum siap, Meri dan Yusi terjengkal ke belakang, dan hampir menindih aku dan heri, untungnya uh dayung gak kena muka kita. Perjalanan kembali berlanjut, boom selanjutnya kami sudah terbiasa. perjalanan menyusuri sungai pun kami isi dengan senda gurau, apalagi yang paling berisik aku dan Heri...maklum lah, kita kalau berkumpul cocok jadi tim ceriwis,hihhiihi... 

Ekspresi Alay semua, termasuk mas yg dibelakang...

Boom ini rasanya kayak mau terbang
    Setengah perjalanan sudah kami lewati, perahu teman kita yang satu lagi tiba-tiba di jungkir sama guide nya, temanku Inay sedikit shock maklum lah, dia gak ada persiapan, yang lain bukannya nolongin malah ketawa terbahak-bahak. Untungnya setelah itu kami beristirahat sejenak untuk minum teh, wedang jahe serta gorengan. Setelah 5 menit beristirahat, kita melanjutkan perjalanan lagi, arusnya pun kini mulai agak deras, dan saat itu lah perahu kami sengaja di jungkir, Suatu petaka banget nih buat aku, gimana nggak, perahu dijungkir ke arah ku, otomatis tubuh Heri yang besar jatuh kesamping, rasanya tuh ya kayak ketiban lemari,haahahaa... 

    Saat jatuh ke air rasanya kayak di tipi-tipi nih, berasa kayak slow motion banget semua air masuk ke mulut dan hidung, rasa mau pingsan (lebay) eh ternyata ngapung lagi ke permukaan, lupa nding kalau lagi pake pelampung,,hahahaha...tapi kenapa gelap banget ya? hadeh, gak taunya aku berada dibawah perahu, untung perahunya di angkat Heri. Karena shock, buat jalan dan berdiri ke perahu rasanya gak kuat, apalagi arusnya deras banget, batu-batunya pun penuh lumut. Aku sempet nyari-nyari tuh mas guide tadi, eh gak taunya malah lagi nolongin Meri, bukannya nolongin malah ketawa geli ngeliat aku,songong sekali ah...sudalah... Saat itu aku udah gak fokus sama dayung, tanpa sadar dayungnya keseret arus, dalam hati : "biarin aja lah, tuh dayung hanyut, daripada aku yang hanyut",..*senyum puas. Gak tau nya kami disuruh cepat-cepat naik perahu dan mas guide nya malah nyuruh kami ngambil tuh dayung, yaelah ini sama aja bohong, karena arus lumayan deras, kami pun kesulitan mengambil kembali dayung itu, sampai kami melawan rute pulang dan mengikuti arus. Pengorbanan kami gak sia-sia, akhirnya dayungnya bisa diambil juga. Masih aja tuh mas guidenya ngodain : "mbak, mau dijungkir lagi perahunya?",wah tambah songong nih, dengan gerakan reflek aku pun memegangi celana pendeknya, dan aku berkata :"coba aja kalau berani, aku pelorotin nih celana", bukan maksud mesum atau pelecehan lho ya...just kidding kalau kata Tukul, eh gak taunya sih masnya bilang : "ya udah deh aku aja yang nyemplung."(sambil nyemplung). 
    
Foto bersama mas guide nya (tersangka utama)

   
berasa kayak pasukan kuning


Kita Pemenangnya :)

Main silat.. cocok gak?

Wah,,,tuh panji dikeroyok sama cewek-cewek

    Akhirnya perjalanan kami selesai menyusuri sungai, dan kami kembali ke tempat pertama dengan naik pickup, setelah sampai kami mandi kemudian makan dengan menu khas pedesaan. Setelah itu, kami kembali pulang ke Surabaya. 
Udah cantik, saatnya pulang ke Surabaya
Ini pengalamanku, bagaimana pengalamanmu? yuk, berbagi cerita...