INDONESIA JUGA PUNYA MASJID TERAPUNG LHO...MAU TAU??

, , No Comments
       Setelah di Bandung, yuk mari kita terbang ke pulau Sulawesi nan eksotis...kali ini kita travelling bukan ala2 ransel dulu ya para backpacker, sekali kali kita jalan - jalan ala koper. Akhir tahun merupakan waktu yang pas untuk menghabiskan masa cuti serta menikmati libur panjang menyambut tahun baru, saya memutuskan untuk jalan-jalan bersama keluarga ke sulawesi selatan, tepatnya di kota Makassar. Kota yang terkenal keindahan alamnya di timur Indonesia

      Saat itu kami berangkat dari Bandara Juanda pukul 18.00 WIB dan sampai di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 20.30 WITA, karena disana waktunya lebih cepat 1 jam. Sampai disana, kami menginap dirumah kakak yang kebetulan punya suami orang sana. Sesampainya dirumah kakak, kami pun semua istirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari. Akhirnya pagi pun tiba, kami semua bersiap untuk berangkat jalan-jalan menuju PANTAI LOSARI. Perjalanan tidak jauh dari rumah, mungkin sekitar setengah jam perjalanan. Sesampainya dipantai, kami pun berjalan-jalan disekitar pantai tersebut. Pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer). 

Pantai Losari
Pantai Losari
Masjid Amirul Mukminin
     Hari pun telah siang, waktunya sholat dzuhur, kami pun mengunjungi masjid terapung Amirul Mukminin yang terletak di pantai Losari juga. Karena Mesjid dengan arsitektur modern itu memang dibuat di bibir pantai dengan pondasi cukup tinggi, maka dalam keadaan air pasang terlihat seperti terapung di laut.  

    Masjid indah di pinggir pantai losari itu dibalut  warna putih yang dominan dan abu-abu serta juga dilengkapi menara yang tinggi menjulang serta memiliki kubah dengan diameter 9 meter, menambah keanggunan mesjid tersebut. Mesjid ini diresmikan  oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (mantan wapres dan terpilih lagi menjadi wapres dari pasangan Joko Widodo) pada 21 Desember 2012 silam. Kelihatannya mesjid ini tidak terlalu luas, namun ternyata, mampu menampung sekitar 400 jamaah. Suasana di dalam Masjid ini terasa nyaman meskipun lokasinya berada di daerah terik. Mungkin karena masjid dibuat agak terbuka sehingga angin laut bisa masuk dengan bebas.  
Di bawah kubah itu, pengunjung dapat menggunakannya untuk beribadah sambil menikmati keindahan pantai Losari. Sambil menunggu matahari terbenam kita bisa naik ke bagian atas, menikmati suara deburan ombak. Angin yang bertiup cukup kencang dan menunggu matahari terbenam. Indah sekali. 

     Pelataran dan jembatan yang luas bisa menjadi tempat untuk berfoto ria mengabadikan keindahan mesjid terapung di pantai Losari ini. Menjelang sore hari kami pun duduk sekitar pantai sambil menikmati pisang epe,kuliner khas makassar.