TANGKUBAN PERAHU BESERTA LEGENDA SANGKURIANG

, , No Comments
       Pagii...Backpacker...setelah kemarin seharian jalan-jalan di daerah Bandung selatan, saatnya kita berpetualang ke daerah Bandung utara. Awalnya sih masih bingung rute kemana lagi, soalnya kita memang belum menyiapkan lokasi wisata yang akan dikunjungi,dan akhirnya setelah agak lama browsing akhirnya kita memutuskan ke Tangkuban Perahu. Yupss...tujuan kita kali ini adalah ke Tangkuban Perahu, memang kalu dari kejauhan gunung cantik ini mirip dengan perahu terbalik. Lokasinya sangat mudah dijangkau, dari kota bandung sekitar 7 km menuju arah lembang.

Kawah Ratu - Tangkuban Perahu


       Seperti biasa, dari penginapan kita jalan kaki sampai terminal belakang stasiun bandung, setelah itu kita naik angkot sejenis elf jurusan subang, saat itu tarif angkutannya masih Rp.15.000,-/orang, cukup lama juga kita menunggu angkotnya sampai penuh, ya maklum lah namnya nyari penumpang, skitar 20 menit kita menunggu akhirnya jalan juga... Perjalanan waktu itu sekitar 1,5jam dan kebetulan sih gak begitu macet. Hawa sejuk lembang mulai terasa, ya maklum lah sudah masuk daerah puncak, cukup lama juga sampai membuat kita mengantuk, nah pas di Cikole, atau titik puncak pass antara perbatasan Bandung – Subang ada arah ke kekiri menuju Tangkuban Perahu.   

         Setelah turun dari angkot, kita ditawari jasa angkutan lagi menuju tangkuban perahu, karena bapak itu bilang gak da angkutan lagi selain ini, akhirnya kita meng-iya kan karena supirnya bilang bisa sekalian ke Bosscha. Setelah kita naik ada ibu2 masuk angkutan kami juga, ternyata si ibu tadi adala guide yang akan memandu kita ke kawah domas dan kawah upas, tetapi kita harus bayar lagi sekitar Rp.150.000,-/orang, untuk wisatawan asing sekitar Rp.300.000-500.00,-/orang, cukup mahal bukan? ya, akhirnya saya dan teman saya memutuskan tidak pakai guide, tetapi si ibu tadi tetap mengikuti kita terus dan memaksa, akhirnya kita pura2 ke kamar mandi agar si ibu tersebut pergi,hehehe.. 

        Walaupun kita memutuskan untuk tidak mampir ke kawah domas dan upas,kita cukup menikmatinya dengan berfoto2 disana sambil makan bakso harga bakso disana 1 porsi cuma Rp.8.000,- saja, cukup murah bukan untuk kawasan tempat wisata,ada juga Uli bakar. Karena udara yg cukup dingin memang paling nikmat memanjakan perut.





     Sayangnya kabut mulai turun ,jadi kami tidak bisa menikmati pemndangan, tak lama setelah itu hujan pun turun,akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan karena masih ada tujuan lain yang ingin kita kunjungi,kami pun menelpon pak supir angkot tadi untuk menjemput kita dan mengantar ke rute selanjutnya..

   Ok, ikutin trip kita selanjutnya PETUALANGAN KE BOSSCHA