PETUALANGAN KE BOSSCHA

, , No Comments
       Kemarin perjalanan kita masih sampe Tangkuban Perahu ya, ok...yuk ah para backpacker mari kita lanjut lagi yang ceritanya.. 

       Setelah kita memutuskan untuk menyudahi perjalanan di Tangkuban Perahu, turun lanjut perjalanan ke bosscha dengan menggunakan angkutan yang tadi, sampai di tempat pertama kali kita naik tadi, eh...tuh bapak sopir angkot malah nurunin kita, lalu menyuruh kita naik angkot yang ke arah lembang, sedikit rada' kesel juga sih karena gak sesuai dengan perjanjian awal karena kita telah membayar lunas ongkosnya, untungnya kita di oper angkot tidak bayar lagi. Tapi, lagi-lagi terulang kejadian yang sama, sopir angkotnya yg baru juga tidak mau mengantar kita ke Bosscha dengan alasan jalannya gak bisa dilalui oleh mobil harus dengan ojek...yaaa,,akhirnya kita pasrah saja turun lalu mencari tukang ojek. Kebetulan ada 2 tukang ojek yang menawarkan, setelah nego dengan ongkos Rp. 25.000,-/orang kami pun langsung tancap gas menuju lokasi.

     Dalam perjalanan kami, saya banyak bercerita dengan bapak ojek itu, ya sekalian melatih bahasa Sunda karena dulu saya juga sempat tinggal di bandung mulai umur 5 thn sampai SD, bapak itu juga bercerita kalau jalan menuju Bosscha sudah mulai rusak karena menurut cerita tanah tersebut masih sengketa jadi tidak diperbaiki juga jalannya.Tak terasa sudah sampai di bosscha, dan ternyata kami tidak tahu kl hari minggu tutup.
   
          Observatorium Bosscha menawarkan dua jenis kunjungan, yakni kunjungan siang dan malam. Kunjungan siang dibuka sepanjang tahun kecuali hari Minggu, hari Senin, hari libur nasional, tanggal 30 Desember sampai 5 Januari, dan dua minggu di sekitar hari raya Idul Fitri. Di siang hari, kamu bisa memilih waktu kunjungan, apakah jam 9.00 pagi, 12.00 siang (khusus hari Jumat jam 13.00 karena memberi waktu ibadah bagi ummat Islam) atau jam 15.00 sore. Lamanya berkunjung hanya satu jam. Di sana, kamu akan diberi penjelasan tentang teleskop Zeiss dan presentasi astronomi.





Berikut Jadwal Kunjungan Siang : 
        Pada  kunjungan siang pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi astronomi di ruang multimedia. Biaya tiket masuknya Rp. 15.000,-/orang



          
       untuk kunjungan malam, hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (april - oktober) jika langit cerah pengunjung dapat meneropong langsung dengan menggunakan teleskop portable dan teleskop bamberg, jika cuaca tidak mendukung acara tetap berjalan tanpa peneropongan, mulai jam 17.00 - 20.00 WIB, tiket masuk untuk kunjungan malam sebesar Rp. 20.000,-/orang

        Nah, setelah  kita masuk mendapat informasi dari petugas, dan juga dapat berfoto2 walapun gak bisa masuk kedalam tapi kami cukup puas, akhirnya kita pulang dengan agak sedikit kecewa, tapi karena melihat kita sedikit kecewa pak ojek itu berbaik hati mengajak kita untuk kuliner di kampung daun, ya dengan tambahan ongkos ojek juga sih, sekitar Rp. 25.000,- di ajak berkeliling sekitar daerah lembang dan bapak ojek itu menunggu kita berfoto2 dengan sabar...hehehehe....

        ok, kita lanjutkan perjalanan kuliner menuju KAMPUNG DAUN....